Sunday, April 10, 2005

Tetamu JIL di Bogor

Sedutan rencana seorang teman Sumanto al-Qurtuby Quo Vadis Jaringan Islam Liberal (Suara Merdeka, 10 Mac 2005) yang mengulas tentang ulang tahun keempat pergerakan Islam yang sarat kontroversi ini. Penulis sebagai tetamu JIL di Bogor untuk acara tersebut.**

Jaringan Islam Liberal (JIL) , kemarin, 9 Maret 2005, genap berusia 4 tahun. Sebuah usia yang relatif belia untuk mengukur sebuah capaian prestasi.

Memperingati kelahiran ke-4, sejak Februari, mengadakan serangkaian kegiatan seperti SWOT, pameran buku, diskusi, pemutaran berbagai film bernuansa kritik agama seperti Osama, The Magdalene Sister, Monsieur Ibrahim, The Afghan Alphabet, Flying to the Heaven, The Believer dll.

Di antara kegiatan JIL yang sangat penting adalah SWOT akhir Februari lalu di Bogor.

Dalam pertemuan yang dihadiri para pionir dan mentor JIL ini (saya diundang sebagai "peninjau" bersama Fathi Aris Omar, aktivis-intelektual dari Malaysia), dibahas beberapa agenda penting mengenai rencana ke depan, di samping tentu saja sebagai ajang evaluasi dan kritik internal sejak dideklarasikan 4 tahun silam.

Walau belum cukup dewasa sebagai sebuah gerakan, JIL secara bertubi-tubi telah mendapatkan kritik dan sorotan amat tajam dari pelbagai pihak.

Pandangan keagamaan yang liberal, pluralis, humanis dan demokratis yang disiarkan lewat berbagai media (seminar, talk show, tulisan dll) kerap menimbulkan resistensi dari para tokoh agama.

Bukan hanya kelompok fundamentalis-radikal saja tetapi juga oleh ulama yang dikenal moderat.

Oleh mereka, JIL dianggap (dituduh) menciptakan keresahan di tengah masyarakat muslim, melakukan kegiatan yang bermuara pada pendangkalan akidah, penghinaan agama Islam beserta doktrin keislaman dan semacamnya.

** JIL dan Komunitas Utan Kayu juga tempat penelitian penulis bersama program zamalah Cendekiawan Awam Asia (API) sejak akhir 2004. Penulis bertemu Ayu Utami, yang kemudiannya menulis kata pengantar untuk buku Patah Balek: Catatan Terpenting Reformasi. Terima kasih banyak teman-teman.

1 comment:

ABU MUJAHID said...

Assalamualaikum
mcamana tak dituduh memang pun

Lihat Isu
1. Semua Agama sama
2. Wanita Islam boleh kawin Lelaki ahli Kitab
3. Menentanng Poligami
4. Mengharuskan kawin sejenis jika setuju

Fathi Aris Omar, aktivis-intelektual dari Malaysia intelek ke sekiranya artikel yang dibuat menkelabukan ISlam